Kamis, 07 April 2016

TUTORIAL PEMBUATAN KABEL STAIGHT


TUTORIAL PEMBUATAN KABEL STAIGHT

Langkah - Langkah Melakukan Crimping
Untuk menyambung kabel UTP ke konektor RJ-45  tipe penyambungan, yaitu straight  di mana Pengkabelan dengan cara straight digunakan untuk menyambungkan PC dengan hub/switch Untuk praktek penyambungannya, paling tidak kita memerlukan :
1. Kabel UTP
2. Konektor RJ-45
3. Tang Crimping
4. LAN Tester (optional)

Seperti contoh gambar berikut ini :
  Tang Crimping

  Lan Tester

  Kabel UTP

RJ-45



Baik sudah semua Alat yang kita butuhkan.

Berikut urutan pengkabelannya : 

Tipe pengkabelan straight

1.Kita akan coba membuat kabel straight, pertama kupas-lah pelindung luar kabel UTP lalu atur agar lurus kabel-kabel didalamnya. Urutkan posisinya berdasarkan diagram di bawah. Potong ujung kabel dengan gunting agar rata.



Urutkan kabel dengan warna yang benar Kabel pada Ujung A dan Ujung B
 

Urutan Ujung A                                  Urutan Ujung B

Putih Orange                                       Putih Orange

Orange                                                Orange

Putih Hijau                                          Putih Hijau

Biru                                                     Biru  

Putih Biru                                            Putih Biru

Hijau                                                   Hijau

Putih Coklat                                        Putih Coklat

            Coklat                                                 Coklat


2. Setelah di urutkan seperti di atas Masukkan kedalam konektor RJ-45 lalu di crimping dengan tang crimping.



masukkan kabel ke dalam crimping

3.  Inilah Hasilnya setelah kabel dimasukkan kedalam konektor RJ-45 nya.




 

     4.  Setelah  Ikuti caranya , untuk ujung kedua sama dengan langkah pertama. Masukkan ujung kedua kabel kedalam LAN-tester lalu periksa, jika semua lampu 1-8 terhubung maka kabel ini sudah siap kita pakai, dapat kita lihat seperti gambar dibwah ini.



5.  dan untuk pengecekan terakhir dilakukan dengan cara melakukan Ping antara dua Laptop atau P
   6.   Baik sudah selesai cara pembuatan kabel LAN straight
 

Selasa, 22 Maret 2016

Paragraf Deduktif dan Induktif B.indo

1.Pengertian paragraf deduktif

Paragraf deduktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas.

Contoh paragraf deduktif :
Bahasa Indonesia masih belum seragam di beberapa daerah di Indonesia. Keberagaman terlihat pada lagu kalimat, struktur kalimat serta ucapan lisan. Bahasa daerah masih lebih dominan di instansi-instansi pemerintah di daerah. Di bidang media, baik cetak maupun online bahasa Indonesia sudah diterapkan dengan baik. Untuk radio hanya ada beberapa acara yang berisi dengan bahasa “gaul”.

a.Silogisme

silogisme adalah merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Dan silofisme itu di atur dalam dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Kemudian silogisme mempunyai beberapa macam jenisnya, yaitu diantaranya sebagai berikut.  Premis Umum (PU) : Menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B)
Permis KhusuS (PK) : Menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) adalah golongan tertentu itu (=A)
Kesimpulan (K) : Menyatakan bahwa sesuatu atau sesorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B)
Silogisme ini bagian dari penalaran deduksi. Jika dirumuskan sebagai berikut :
PU : A = B
PK : C = A
K : C = B
A = semua anggota golongan tertentu
B = sifat yang ada pada A
C = sesorang atau sesuatu anggota A

b.Jenis-jenis silogisme
1. silogisme katagorial
2. silogisme hipotetik
3. silogisme alternatif
4. Entimen
Dari berbagai jenis silogisme diatas, memiliki arti yang berbeda, yang pertama yaitu :

1. Silogisme katagorial

Silogisme ini merupakan silogisme dimana semua proporsinya merupakan katagorial. Kemudian proporsisi yang mengandung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek).
Contoh :
- Semua manusia adalah makhluk berakal budi(premis mayor/premis umum)
- Daniel adalah manusia (premis minor/premis khusus)
- Jadi, Daniel adalah makhuk berakal budi (konklusi/kesimpulan)

2. Silogisme hipotetis

Yang dimaksud dengan silogisme hipotetik itu adalah suatu argumen/pendapat yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Contoh :
-Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
-Hari ini cerah ( premis minor )
-Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).

3. Silogisme alternatif

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif itu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.
Contoh :
Bibi Suni berada di Bandung atau Bogor.
Bibi Suni berada di Bandung.
∴ Jadi, Bibi Suni tidak berada di Bogor.

4. Entimen

Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulannya.
Contoh:
- Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam kuis itu.
- Anda telah memenangkan kuis ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya

Paragraf  itu adalah merupakan susunan kata dari beberapa kalimat yang terjalin utuh, sehingga didalamnya mengandung gagasan utama. Kemudian paragraf itu di bedakan menjadi dua, yaitu paragraf deduktif dan paragraf deduktif. Paragraf dedukti dan induktif merupakan contoh paragraf yang dilihat dari letak gagasan utamannya, sedangkan yang dimaksud dengan Paragrafi nduktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraph

Jenis Paragraf Induktif :
1. Generalisasi
2. Analogi
3. Klasifikasi
4. Perbandigan
5. Sebab akibat


Istilah induktif  berarti  bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti ‘membawake; mengantarkan’; inducere, induxi, inductum berarti ‘membawa ke; memasukkan kedalam’. Lebih lanjut istilah induksi di jelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentuka nhukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraph induktif itu dikembangkan dari contoh kehukum atau simpulan. Jadi pada intinya paragraf induktif itu kalimat utamanya terletak di akhir kalimat atau kesimpulan dari akhir ceritanya. Sedangkan paragraf deduktif itu kalimat utamanya terletak di awal paragraf.

Paragraf Induktif

Kata kunci: ?dari khusus ke umum?
Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.atau paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh
fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh kalimat induktif :
Pada era kita sekarang ini, teknologi seakan terus berkembang semakin cepat. Tak terkecuali teknologi informasi dan komunikasi yg sepertinya sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Oleh karena itu, penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi mutlak diperlukanagar kita tidak tertinggal di era global ini.

a.Generalisasi

Generalisasi  adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.  generalisasiadalah suatu pola pengembangan paragraf yang bertolak dari sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju sebuah kesimpulan. Kesimpulan generalisasi didahului dengan penalaran generalisasi. Penalaran generalisasi pun dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf. caranya penulis lebih dulu menyajikan sejumlah peristiwa khusus dalam bentuk kalimat.Kemudian pada bagian akhir paragraf itu diakhiri dengan kalimat yang berisi generalisasi dari peristiwa khusus yang telah disebutkan pada bagian awal. Kalimat terakhir biasanya berisi gagasan utama paragraf.

Contoh :
Setelah ujian anak-anak di periksa, ternyata nilai mereka beragam. Sebnyak 20 siswa nilainya melebihi standar kelulusan. 10 siswa mendapat nilai tepat pada standar kelulusan, dan tidak ada seorangpun yang mendapat nilai dibawah standar. Bisa dikatakan kegiatan belajar di kelas ini cukup berhasil.

b.Analogi
!Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi

Contoh:
Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang ekstra karenakan daya tangkap yang dimiliki pada masa ini sudah sangat berkurang. Bahkan motivasi yang dimiliki juga sudah melemah karena terlalu banyaknya pikiran yang mengagngu. Itulah mengapa dikatakan belajar di waktu tua seperti melukis di atas air.  

c.Paragraf Sebab – Akibat
Paragraf ini diawali dengan memaparkan hal – hal khusus yang berupa sebab – sebab, kemudian disimpulkan pada bagian akhir yang merupakan akibat dari sebab tersebut.

Contoh
Hujan yang terjadi pada malam hari itu sangatlah deras, bahkan hujan tersebut terjadi sepanjang hari tanpa henti. Air yang terus mengalir tersebut memenuhi selokan hingga selokan itu tidak bisa menampung air lagi. Terlebih lagi dengan keadaan sungai yang telah sempit dan dangkal membuat air meluap hingga ke perkampungan penduduk. Oleh karena itu, banjir datang dan menggenangi seluruh perkampungan penduduk.

Contoh
Saat ini banyak hutan yang telah beralih fungsi menjadi tempat permukiman. Mereka memaksa semua binatang yang ada di dalamnya untuk pergi dari rumah mereka. Tak hanya itu, perburuan yang massif pun sering terjadi. Para pemburu dengan seenaknya membunuh binatang – binatang yang ada. Akibatnya, binantang – binatang sekarang berada di ambang kepunahan.

d.Paragraf Akibat – Sebab

Paragraf ini diawali dengan memaparkan akibat – akibat yang timbul dan kemudian dijelaskan pada bagian akhir apa penyebab akibat – akibat tersebut.

Contoh:
Semua harga barang pokok di pasar menjadi naik. Barang – barang pokok seperti beras, minyak, bawang bahkan harganya mencapai dua kali lipat dari harga awalnya. Tak hanya harga barang bahan pokok, tarif angkutan umum pun ikut naik. Para sopir beralasan bahwa, setoran mereka dan harga spare part juga ikut naik. Kenaikan harga yang terjadi saat ini sangat menyuilitkan para masyarakat yang berpenghasilan pas – pasan. Permasalahan – permasalahan yang terjadi ini, diawali dari kebijakan pemerintah yang menaikan harga bahan bakar minyak.

Contoh:
Cuaca saat ini menajdi semakin panas. Bahkan kita tidak bisa lagi memprediksi datangnya musim karena sudah tidak pasti lagi kapan datangnya. Cuaca yang sangat panas ini diikuti oleh melelehnya gunung – gunung es yang ada di kutub utara sehingga menaikan volume permukaan air laut. Hal ini sungguh sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia. Tetapi bagian ironisnya adalah bahaya – bahaya tersebut, disebabkan oleh perilaku manusia sendiri yang memicu terjadinya global warming.



Rabu, 13 Januari 2016

Video dan Naskah Materi Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Video dan Naskah Materi Catatan Kaki dan Daftar Pustaka

Kelompok: 5
Materi: Catatan Kaki dan Daftar Pustaka
Nama Anggota : 
  1. Arman Adyaksha (11113387)
  2. Bonar (11113775)
  3. Charlie Ariya (11113879)
  4. Derri Permana (12113197)
  5. Rizki Mauliana (17113984)
  6. Rizka Dewi (17113896)
Untuk melihat dengan Youtube  kunjungi https://www.youtube.com/watch?v=ov6xj9pmZo4










Scene

Video

Narasi

Durasi

00.00 – 00.06

Intro Video

Muncul tulisan “Selamat Menyaksikan”.

6 detik

00.07 – 00.40

Perkenalan kelompok

Muncul tulisan “Kelompok 4”.

15 detik

00.23 – 00.40

Materi yang dibawakan

Muncul kereta
yang mengeluarkan asap yang bertuliskan
“Catatan Kaki dan Daftar Pustaka”, lalu dikahiri oleh gambar panah.

17 detik

00.41 – 01.00

Penjelasan materi
pertama.

Tangan menulis “Apa itu catatan
kaki?”, diakhiri dengan gambar kaki dan tanda tanya.

19 detik

01.01 – 01.20

Menjelaskan pengertian
catatan kaki

Muncul huruf-huruf
kelompok 4 membawa tuilisan “Adalah daftar keterangan khusus yang ditulis dibagian bawah setiap lembaran atau akhir bab
karangan ilmiah”.

19 detik

00.21 – 00.37

Menjelaskan cara penulisan catatan kaki

Muncul pesawat membawa tulisan “Cara Penulisan Catatan Kaki”.

16 detik

00.38 – 00.53

Penjelasan materi
kedua

Ada dua sepeda bertabrakan, lalu muncul tulisan “Daftar Pustaka”, lalu diakhiri dengan digunting dan terpisah.

15 detik

00.54 – 02.34

Menjelaskan pengertian
daftar pustaka

Muncul delman dengan membawa tulisan “Adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulisan,
judul tulisan, penerbit, dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis”.


02.35 – 03.15

Menjelaskan cara penulisan daftar pustaka

  • Muncul tulisan “Cara Penulisan Daftar Pustaka”, lalu ada gambar tanda panah kanan kiri yang disentuh oleh jari.

  • Lalu muncul tulisan “1. Nama dituilis terbalik dan diurutkan sesuai abjad, 2. Tahun terbit, 3. Judul buku (ditulis miring), 4. Tempat terbit, 5. Nama penerbit” satu persatu.


03.16-03.45

Menjelaskan contoh
penulisan catatan kaki

  • Muncul tulisan “Contoh Penulisan Catatan Kaki”.
  • Lalu muncul buku yang terbuka, lalu diikuti contoh-contoh penulisan catatan kaki.

29 detik

03.46 – 05.00

Menjelaskan contoh
penulisan daftar pustaka

  • Muncul tulisan “Contoh Penulisan Daftar Pustaka”.
  • Lalu muncul buku yang terbuka, lalu diikuti contoh-contoh penulisan daftar pustaka.

14 detik

05.01 – 05.11

Ending Video

  • Muncul tulisan “Terima Kasih”.
  • Muncul credit atau pembuatn video

10 detik


Minggu, 25 Oktober 2015

Jurnal Ilmiah Sistem Informasi








referensi ( papers.gunadarma.ac.id/index.php/mmsi/article/download/14868/14131 jurnal ilmiah sistem informasi )

Minggu, 27 September 2015

Bahasa indonesia

Peranan Bahasa Indonesia Dalam Jurusan Sistem Informasi Beserta Fungsi Dan Perkembangannya


A.    Peranan Bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan jurusan sistem informasi
Peranan Bahasa Indonesia sangat berhubungan dengan sistem informasi dan sangat penting dalam bidang ini, Dan berikut adalah penjelasan tentang peranan Bahasa Indonesia dengan sistem informasi

Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi antara yang satu dengan yang lain. Dengan bahasa kita dapat berkomunikasi/bersosialisasi.Selain itu bahasa juga digunakan untuk menyampaikan sesuatu hal, gagasan (pendapat), ide kepada orang lain. Setiap Negara pasti mempunyai bahasanya masing-masing, begitupun Negara Indonesia. Indonesia memiliki bahasanya sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa dapat mempersatukan suatu Negara. Bahasa tersebut mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai alat komunikasi yaitu setiap orang bisa mengungkapkan hasil pemikirannya melalui bahasa itu sendiri. Mereka bebas berbicara dan bebas mengeluarkan pendapat selama bahasa yang digunakan masih sesuai dengan kaidah-kaidah atau tata cara berbahasa yang baik. Bahasa Indonesia mempunyai ketentuan-ketentuan didalamnya, baik dalam tata cara penulisan, tata cara menyampaikan, begitupun dalam tanda bacanya seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain.

Menurut Sunaryo : tanpa adanya bahasa, IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya memiliki fungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa adanya peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang.

Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain.


Informasi
Informasi adalah Suatu pesan yang dapat dilakukan dengan cara mengucapkan dengan bahasa atau dengan menuliskan informasi dalam bentuk tulisan dengan menggunakan bahasa.
Sistem Informasi
Sistem informasi yaitu suatu sistem dimana kita dapat menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan,sistem informasi banyak digunakan dalam perusahaan dimana sistem tersebut merupakan kombinasi dari user di dalam perusahaaan. Dalam sistem informasi dan teknologi informasi dilakukan prosedur-prosedur yang harus tergorganisasi. Sistem informasi juga mempunyai pengertian lain yaitu gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Peranan Bahasa Indonesia dalam Sistem Informasi
Dari penjelasan diatas, bahasa berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern.Sedangkan system informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. Tanpa adanya bahasa mungkin kita tidak dapat berkomunikasi atau berinteraksi dengan individu lainnya dan tidak dapat memberikan informasi.

B.     Fungsi Bahasa Indonesia
Peranan Bahasa Indonesia yaitu :
·         Sebagai alat komunikasi
·         Sebagai alat untuk mengekspresikan diri
·         Sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu
·         Sebagai alat untuk melakukan control social

1.Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut:
a) Fungsi informasi
b) Fungsi ekspresi diri
c) Fungsi adaptasi dan integrasi
d) Fungsi kontrol social

2.Menurut Hallyday (1992) Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan:
a) Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
b) Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk mengendalikan prilaku orang lain
c) Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
d) Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
e) Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
f) Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
g) Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi dan teknologi

Fungsi Bahasa Indonesia itu sendiri sebagai indentitas diri sebagai bangsa Indonesia dan juga  berfungsi sebagai alat komunikasi bangsa berisi tentang kata baku yang sudah di sesuaikan dengan kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri.

C.     Perkembangan Bahasa Indonesia dan IPTEK
Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi sebagai wahana untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan sekecil – kecilnya, sehingga kita dapat menguasai informasi tersebut. Penggunaan bahasa pengantar pada buku-buku yang dipakai dalam memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi pun, banyak yang menggunakan bahasa Inggris. Hal ini berbanding terbalik dengan bahasa Indonesia yang perkembangannya tak seimbang dengan perkembangan budaya masyarakatnya. Oleh sebab itu, walaupun bahasa Indonesia sudah berperan sebagai alat persatuan tetapi belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan.
Selain bahasa termasuk dalam struktur budaya, ternyata bahasa memiliki kedudukan, fungsi dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir, juga sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya, dalam pengembangan daya nalar menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir secara modern. 

Kesimpulan
dari bahasa adalah sarana komunikasi antara satu dengan yang lainnya.  Dengan kata lain, bahasa merupakan wahana penyampai informasi, agar kita dapat mengerti informasi yang disampaikan tersebut.Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu bahasa Indonesia juga mempunyai empat fungsi sebagai berikut :
      1. Sebagai lambang kebangsaan Negara.
      2. Lambang identitas negara.
      3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah, antarbudaya.
      4. Alat yang menyatukan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya yang
berbeda.
Bahasa juga sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir, juga sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia bersikap terbuka sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.Dengan digunakannya bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, dapat menghindarkan dari makna ganda / salah tafsir karena kata yang dipakai umumnya lebih bersifat denotatif daripada konotatif, ungkapan yang dipakai sederhana dan tanpa basa – basi.Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat dapat membuat pergeseran pada bahasa Indonesia.Di dalam era globalisasi ini, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.
 Karena pada umumnya, teknologi informasi yang ada banyak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam berkomunikasinya

Hadiwijojo, M. 1980. Perkembangan Penggunaan BI dalam Ilmu dan Teknik, Majalah Bahasa dan Sastra, Tahun VI, Nomor 6. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta.
Kartomiharjo, Suesono. 1988. Bahasa Cermin Kehidupan Masyarakat. P2LPTK. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.